SURABAYA HOTEL SCHOOL

School of Hotel Management

Pisau, si Tajam Multifungsi

SEBAGAI isi wajib dapur, pisau selalu mudah ditemukan di area memasak. Si mata tajam yang dilengkapi dengan gagang tersebut dimanfaatkan untuk memotong bahan pangan. Mulai sayur hingga aneka daging.

Ada sejarah panjang yang mengantar pisau menjadi penghuni tetap dapur. Item itu dikenal sejak zaman prasejarah, sekitar dua setengah juta tahun silam. Di zaman kuno itu, wujudnya masih amat sederhana. Terbuat dari bebatuan keras seperti obsidian yang diasah di salah satu sisinya. Menginjak era paleolitikum, bahan yang digunakan mulai beragam. Selain batu, mulai digunakan bahan lain seperti kayu dan tulang.

Kegunaannya yang tak pernah lekang oleh zaman membuat teknologi pembuatan pisau selalu mengalami perbaikan. Saat bahan-bahan metal sudah dikenal, pisau dibuat dengan menggunakan bahan metal seperti perak dan tembaga. Pada zaman modern seperti sekarang, material yang digunakan makin bervariasi. Misalnya, karbon, keramik, titanium, dan stainless steel.

Untuk pisau dapur, material karbon dan stainless steel atau perpaduan keduanya paling banyak digunakan. Masing-masing bahan tersebut punya nilai plus-minusnya. Yanuar Kadaryanto, instruktur tata boga Tristar Culinary Institute, mengatakan, pisau stainless steel berkarakter keras dan tidak gampang berkarat. Namun, saking kerasnya, bahan tersebut jadi tidak mudah diasah.

Pisau berbahan karbon lebih lentur dan lunak dibanding stainless steel. Bahan itu memang mudah ditajamkan tetapi gampang berkarat. Pisau berbahan karbon kerap berada di dapur-dapur rumah tangga. Pisau dapur terbaik adalah yang terbuat dari perpaduan stainless steel dan karbon. Tidak terlalu keras, tajam, mudah diasah, dan tidak berkarat. ”Jenis pisau dapur yang sempurna,” katanya.

Umumnya, kita cukup menggunakan satu pisau. Namun, sejatinya untuk keperluan memasak, ada beragam pisau yang digunakan. Mulai chef knife, boning knife, vegetable peeler, slicer, hingga butcher knife. Chef knife merupakan jenis pisau yang paling umum. Jenis itu bisa digunakan untuk beragam keperluan, mulai memotong daging hingga mengupas sayur.

Kegunaan pisau jenis lain lebih spesifik. Misalnya, boning knife yang khusus digunakan untuk memisahkan daging dari tulang (fillet), vegetable peeler untuk mengupas kulit buah atau sayur, slicer yang digunakan untuk memotong daging telah masak, atau butcher knife yang khusus untuk memotong daging mentah. Meski cukup menggunakan chef knife, kata Yanuar, pisau-pisau dengan kegunaan spesifik tersebut perlu dimiliki. Tidak perlu semua. Setidaknya, vegetable peeler dan boning knife perlu ada di dapur kita.(ign/tia)

19 Juni 2009 - Posted by | News & Event

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: